Archive

Posts Tagged ‘batik’

[pengakuan] Saya tidak memakai batik hari ini

Hari ini saya berasa seperti artis, sudah puluhan entah ratusan (lebay!) pasang mata menatap tidak enak ke arah saya. saya menjadi risih, entah perbuatan apa yang sudah saya perbuat, sehingga mereka berhak menghakimi saya dengan menghadiahi saya tatapan mata tidak enak sepagian ini.

Di kantor lain lagi masalahnya, pagi ini saya sudah di cap tidak menghargai tidak nasionalis dan beberapa ungkapan yang intinya saya ignorance dan berusaha tidak ikut mainstream untuk urusan ini.

Lalu apa masalanya sih? Alih-alih saya memakai batik seperti banyak orang hari ini, saya lebih memilih memakai t-shirt warna hitam polos. Presiden meminta tanggal 2 Oktober nanti masyarakat Indonesia memakai batik sebagai bentuk penghargaan terhadap batik selaras dengan pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya bukan benda yang berasal dari bangsa Indonesia. Proses peresmian batik sebagai warisan budaya bukan benda itu berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Nah jelas kan? itu anjuran sebagai penghargaan kita terhadap batik, tetapi tidak juga dengan mudahnya kita berfikir bahwa seseorang yang tidak memakai batik pada hari ini menjadi tidak nasionalis lah, tidak menghargai atau alasan-alasan buruk lainnya.

Malah hari ini saya terkaget banyak, selain memang hanya ikut-ikutan saja yang penting ramai, banyak dari kita bahkan tidak tahu sebenarnya apa sih yang ditetapkan UNESCO, banyak dari kita yang berfikir pendek bahwa klaim Malaysia untuk batik itu gagal, dan pada akhirnya dunia yang mengakui bahwa batik adalah kepunyaan Indonesia. Tidak sepenuhnya salah sih, biar jelas saya kasih kutipan di bawah ini yah.

saya kutip yah dari sini

“But the thing is, Indonesian batik is so meaningful in a sense that it still has the traditional practice, rituals and customs behind it.
“Again, the value of batik is its intangible heritage, like how it is made, and it is still widely used for rituals, like wedding ceremonies. So it’s more about the meaning behind batik, the philosophy.”

kalau yang dari sini

Menurut Menteri, pengakuan batik Indonesia secara internasional tidak ada maknanya jika masyarakat Indonesia sendiri tidak mengapresiasi batik.
Ia mengatakan, dengan adanya pengukuhan dunia pada batik Indonesia tidak perlu lagi ada keraguan dari masyarakat soal kepemilikan batik.
“Kita mengajukan batik ke UNESCO juga dalam rangka proses kepemilikan. Ini kewajiban moral untuk menyelamatkan warisan bangsa. Kita tidak melarang bangsa lain memakai produk budaya Indonesia, tetapi jika ada pengklaiman atau pengakuan sebagai hak milik oleh suatu bangsa lain, tentu kita tidak bisa tinggal diam,” kata M. Nuh.
Ia mengajak masyarakat agar lebih mengapresiasi batik Indonesia dalam aktivitas sehari-hari.
“Setelah diakui sebagai Budaya Takbenda Warisan Manusia (Intangible Cultural Heritage of Humanity) oleh UNESCO, menjadi kewajiban bagi kita untuk lebih mengapresiasi batik Indonesia sebagai bagian dari aktivitas keseharian,” kata Nuh.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), Surya Dharma, mengatakan, batik Indonesia diyakini akan masuk dalam representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO karena melihat pada nilai-nilai historis, filosofis, aspek-aspek religius yang melatarbelakangi pembuatan batik.
“Penilaian terhadap batik Indonesia tidak sekadar dari sisi motifnya saja, tetapi aspek lainnya seperti nilai historis dan filosofisnya,” kata Surya.

Nah sekarang jelas kan? untuk apa kita berbatik hari ini? dan kalaupun ada yang tidak berbatik apakah orang itu menjadi salah?

membatik

Kita orang Indonesia memang suka akan euphoria, menikmati saat-saat rasanya menjadi bersama (atau sama dengan orang lain), satu orang berbatik, kemudian orang lain mengekor bersama-sama tanpa tahu maksudnya apa. Batik bukan untuk hari ini saja, kalau memang mau batik menjadi ciri budaya kita, mau tidak mau batik harus tercermin dalam aktivitas keseharian kita.

Tidak ada yang salah dengan memakai batik atau tidak hari ini. Buat saya yang salah adalah kembali membiarkan budaya kita hilang dan diakui oleh bangsa lain, tanpa ada perbuatan apa-apa dari kita selain berteriak setelah kehilangan. Yang salah buat saya adalah memaksakan untuk menjadi seragam, memaksa orang lain untuk menggunakan batik agar sama dan katanya sesuai anjuran pemerintah. Yang salah buat saya adalah melihat aneh kepada orang lain hari ini karena dia tidak berbatik dan kemudian menghakimi dia tidak nasionalis. Itu yang salah buat saya :(

Yang salah adalah ketika kita bereuforia dengan batik hari ini dan mulai melupakan musibah yang dihadapi teman-teman kita di Sumbar, Jambi dan Bengkulu. Yang salah buat saya adalah ketika kita sibuk dengan batik hari ini dan kita lupa, untuk memberikan sesuatu buat mereka yang membutuhkan itu.

Hari ini saya tidak berbatik. Kemarin-kemarin saya sudah memakai batik dan besok-besok kembali saya akan berbatik.

Selamat Berbatik ria. Jayalah Indonesia dan Batikku.

Categories: blog, kehidupan Tags: , , ,

COMPLETE PACKAGE OF DONY ! is using WP-Gravatar