Archive

Posts Tagged ‘liburan anak’

[memulai] liburan di Batu Karas

Setelah gonjang ganjing berita dunia perblogan tentang ibu Prita, saatnya saya kembali untuk mencoba membagi cerita perjalanan saya minggu kemarin yang sempat tertunda untuk di posting.

Perjalanan yang menyenangkan, suasana yang baru, membantu saya untuk sekedar melupakan kepenatan pekerjaan dan masalah hidup (gayamu !).

Weekend minggu kemarin saya bersama keluarga menghabiskan liburan di Batu Karas, sebuah pantai yang indah terletak sekitar 30 km dari Pangandaran. Apa sih yang membedakan pantai ini dengan Pangandaran ?

Jelas Pangandaran lebih terkenal, tetapi tidak memberikan jaminan lebih bagus dan indah. Batu Karas menawarkan sesuatu yang berbeda, dimulai dari pemandangan pantainya, ombaknya dan juga peruntukan pantai ini yang digunakan sebagian orang untuk berselancar.

0106091

Saya juga cukup kaget dengan tipe pengunjung pantai ini, Pangandaran yang sebagian didominasi oleh keluarga, tetapi Batu Karas lebih didominasi pengunjung usia muda dan juga turis-turis asing yang sebenarnya cukup jarang kita temui di Pangandaran.

Selama 1 malam saya menginap di JavaCove, dengan biaya yang tidak terlalu mahal, kalau gak salah saya membayar Rp. 453,000,- selama satu malam termasuk makan pagi. Desain interior yang cukup keren sesuai dengan konsep Beach House yang ditawarkan hotel ini menambah rasa nyaman untuk saya, belum lagi letak dari hotel yang langsung berada di pinggir pantai. Hanya saja satu kekurangannya, entah memang menyesuaikan dengan konsep liburan atau apa lah alasannya, hotel ini ternyata tidak menyediakan TV di dalam kamar … hehehe.

Tapi bagaimanapun saya cukup puas dengan pelayanan dan kenyamanan yang ditawarkan hotel ini. Hanya saja dengan ketersediaan kamar yang tidak cukup banyak dan banyaknya peselancar yang menginap di sini lebih dari satu malam membuat kita akan menemui kesulitan untuk menginap jika tidak melakukan booking dan sedikit keberuntungan.

Sayang sekali kemarin saya tidak sempat mengunjungi Green Canyon, dikarenakan air sungai tersebut coklat dan pasang, yang di sebabkan hujan yang mengguyur di hulu sungai :(, selain itu saya juga tidak cukup beruntung untuk mendapatkan Sunrise di Batu Karas ataupun Sunset di Pangandaran.

Tapi ini lah liburan yang cukup menyenangkan terlepas dari ketidak beruntungan saya, rasanya sudah cukup puas dengan keindahan dan kenyamana yang ditawarkan Batu Karas dan JavaCove.

Oh ya hampir lupa, untuk makanan di daerah Batu Karas, harganya¬† sangatlah terjangkau bahkan bisa dikatakan murah apabila kita bandingkan dengan Pangandaran ataupun daerah wisata lainnya. Soal rasa? Lumayanlah saya sarankan mencoba cumi goreng tepung dan nasi gorengnya … maknyus !!!

Jadi berminat ke Batu Karas ???

[memulai] liburan Tangkuban Parahu dan Sindang Reret Lembang

Sudah pernah ke Tangkuban Parahu ? Saya sudah pernah, tapi itu sudah lama sekali, saking lamanya saya tidak ingat lagi tepatnya kapan saya terakhir ke sana. Yang saya ingat saya ke sana, waktu awal-awal saya tinggal di Bandung, mungkin sekitar tahun 1986-1987 an lama sekali yah ? hehehehe iyah, soalnya saya juga bingung kalaupun saya ke sana apa sih yang saya lihat, cuman kawah aja kan ? Jadi tidak pernah ada rasa tertarik untuk mengunjungi kembali.

Akhirnya hari ini, saya bersama Tia dan Elel mengunjungi Tangkuban Parahu, setelah sekian lama. Sebenernya  juga bukan tujuan awal, sebelumnya kita berencana untuk mengunjungi Kebun Strawberry di daerah Cihideung - Lembang, tetapi dalam perjalanan Elel ingin melihat gunung, rasa penasarannya ingin melihat sebenernya gunung itu apa. Sepanjang perjalanan ke arah Lembang, dia selalu menunjuk gunung, entah apa maksudnya tapi Elel sangat tertarik untuk melihat gunung.

Lalu saya pun merubah tujuan perjalanan. Ah kenapa tidak saya bawa saja Elel ke Tangkuban Perahu ? Sayapun sudah lama sekali tidak pernah melihatnya, timbul rasa penasaran saya, seperti apa bentuknya sekarang. Terus terang memori saya tidak banyak menyimpan kenangan tentang Tangkuban Parahu yang saya lihat waktu kecil dulu, sekalian saja bukan, sambil membawa Elel berwisata, mengenalkan sesuatu yang baru, menambahkan pengetahuan yang mungkin akan susah untuk dicerna ketika saya hanya mengenalkan hal tersebut dari buku ataupun televisi, sekalian tentu saja untuk memuaskan penasaran saya terhadap bentuk Tangkuban Perahu sekarang ini.

Singkat kata, sampai di pintu gerbang, sebelum masuk ke area wisata kami bertiga dan mobil harus membayar sebesar Rp. 47,000, cukup membingungkan sebenarnya, setelah saya cek tiket masuk, seharusnya per orang kita membayar Rp. 12,500 ditambah biaya untuk mobil sebesar Rp. 9,000…. Jadi saya bayar lebih Rp. 500 kan ?. Not a big deal sebenarnya, tapi seandainya mereka melakukan hal itu untuk seluruh pengunjung, kebayang kan berapa nilai uang yang mereka kumpulkan :p. Ah Indonesia …. :)

Dan setelah menempuh tanjakan panjang, dan jalan yang sama sekali tidak bagus, catat bahkan sangat jelek, lubang dimana-dimana, dengan kedalaman yang cukup dalam, sangat mengganggu perjalanan menuju puncak kawah. Tentunya jalan ini sangat perlu untuk diperbaiki, bagaimanapun pengunjung nantinya akan berfikir banyak kali untuk kembali jika jalan menuju kawah tidak diperbaiki.

Tangkuban Parahu

Tangkuban Parahu

Sesampai di puncak, rasanya tidak banyak berbeda ketika saya datang pertama kali ke tempat ini, hampir 20 tahun yang lalu, fasilitas tidak banyak berbeda, tidak terlihat perubahan yang signifikan, mulai dari pagar yang digunakan di tepi kawah, tidak banyak tersedianya tempat yang bisa digunakan untuk beristirahat hingga terlalu banyaknya pedagang yang berada di daerah wisata, tanpa ada area yang dikhususkan untuk berdagang.

Pemandangan hampir sama, sedikit yang berbeda mungkin kebersihan yang lebih baik dibandingkan dahulu. Dan yang terpenting, Elel cukup menikmati pemandangan kawah, rasa ingin tahunya tentang gunung sedikit bisa terpuaskan, dan ini cukup untuk saya, sangat cukup.

Selesai dari Tangkuban Perahu, kami menuju Sindang Reret untuk makan siang dan mencoba arena Adventure Land, tempat outbound untuk anak kecil yang berada di sana.Recommended ! You should try and visit this place. Dengan membayar Rp. 50,000 kita bisa menikmati 21 jenis permainan dari mulai Flying Fox, Perahu Air sampai Jembatan Gantung.

resize-2

Elel - Adventure Land Sindang Reret

Saya pastikan, anak kecil akan menikmati permainan ini, dengan latar belakang alam pegunungan Lembang, mereka mendapatkan suatu suasanan baru yang dan tidak selalu harus melihat mal-mal beserta isinya :p, banyak pelajaran yang akan mereka dapat, dari mulai kepercayaan diri sampai cara memecahkan masalah. Seorang pendamping akan menemani untuk menjaga dan memberikan instruksi ataupun pertolongan kepada peserta outbound, keren kan ?

Yang pasti, Elel puas sekali, biarpun saya tahu, rasanya akan capai sekali ketika dia harus melahap 21 jenis permainan yang menguras fisiknya.

Dari seluruh tempat outbound yang pernah saya jumpai, Adventure Land - Sindang Reret adalah yang terbaik, dari jenis permainan sampai pengawasan yang diberikan. Kita akan merasa aman selama mereka melakukan permainan.

Ah sudahlah, silahkan coba sendiri yah :), semoga pengalaman anda nantinya akan sama atau lebih menarik dari yang saya alami.

Sampai jumpa di liburan berikutnya !

COMPLETE PACKAGE OF DONY ! is using WP-Gravatar