Archive

Posts Tagged ‘Pantai’

[memulai] menikmati keindahan Belitung

Disclaimer : fakir benwit tanggung resiko sendiri! banyak gambar, tapi keren gak akan nyesel

Belitung, atau Belitong (bahasa setempat, diambil dari nama sejenis siput laut), dulunya dikenal sebagai Billiton adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatra, Indonesia, diapit oleh Selat Gaspar dan Selat Karimata.

Pulau yang saya kunjungi akhir minggu kemarin, Pulau ini terkenal dengan merica dan timah, serta akhir-akhir ini menjadi tujuan wisata alam alternatif. Pulau ini dahulu dimiliki Britania Raya (1812), sebelum akhirnya ditukar kepada Belanda, bersama-sama Bengkulu, dengan Singapura dan New Amsterdam (sekarang bagian kota New York).

Tak henti saya terheran sekaligus takjub dengan keindahan dan kekayaan dari pulau belitung ini, selain Timah yang sudah begitu terkenal dan mericanya, Belitung juga mengandung kekayaan alam Kaulin dan juga pasir baik itu kuarsa atau pasir cor-an yang dipergunakan untuk pembangunan, konon katanya bahkan reklamasi dan perluasan pantai di Singapura menggunakan pasir yang dikeruk dari daratan Belitung.

gunungan pasir

Secara jujur, pulau Belitung sendiri mulai memperkenalkan diri kepada saya dimulai dari Laskar Pelangi, dan sejak itu saya berangan-berangan ingin sekali melihat langsung keindahan yang sebelumnya hanya bisa saya nikmati dari tulisan di novel ataupun gambar di film Laskar Pelangi.

Perjalanan kurang lebih selama 50 menit dari Cengkareng, sudah cukup untuk menghantarkan saya menjejakkan kaki di pulau ini. Tujuan pertama saya adalah berburu pasir :p, pasir yang saya butuhkan untuk pekerjaan saya. Kami pun mengarahkan tujuan kami ke Simpang Pesak, di daerah ini mata saya kembali terbelalak, melihat area pertambangan pasir yang begitu luas dan indah.

simpang pesak

Setelah puas dan mendapatkan hasil untuk pasir yang diinginkan, sorenya saya meneruskan perjalanan ke pantai Tj. Tinggi, pantai ini dijadikan salah satu pengambilan gambar dalam film Laskar Pelangi, hamparan pasir putih, laut yang tenang dan pemandangan menakjubkan batu-batu granit raksasa yang berserakan di pinggir pantai membuat saya kembali terkagum dengan keindahan pantai ini.

dsc_8022

dsc_8050

Jujur, setelah beberapa kali kunjungan saya ke pantai-pantai yang berada di Indonesia, pantai ini lah yang menarik buat saya, pemandangannya dan lautnya yang tenang mengalahkan semua. Pada kesempatan ini saya sungguh beruntung, berkesempatan melihat shooting hari terakhir untuk film “Sang Pemimpi” sekuel dari Laskar Pelangi.

dsc_7845

Setelah puas menikmati sunset dan pemandangan dari atas batu granit, saya pun pulang, tapi pengalaman sore itu di pantai ini rasanya akan sulit tergantikan kembali. Rasanya saya harus setuju jika sebagian orang berpendapat Belitung adalah surga barunya fotografi.

dsc_8122

Esok paginya, saya menyempatkan melihat kondisi kota tua eks PN. Timah yang berada di Tj. Pandan, kemudian saya sempatkan juga untuk melihat rumah eks Rumah Tuan Kuase (Hoofdadministrateur). Rumah beraksen kolonial yang halaman rumahnya di hiasi pohon dan batu besar menambah keindahannya.

dsc_8186

Setelah itu saya menyempatkan mengunjungi pertambangan Kaulin di daerah Air Raya. Kembali pemandangan indah disuguhkan di sini, hamparan pasir yang berwarna putih eks kaolin dengan cekungan yang berbentuk kolam yang terisi dengan air biru yang sejuk. Sungguh pemandangan yang sulit didapatkan, entahlah baru kali ini saya mendapatkan pemandangan yang begitu unik dan indah ini.

dsc_8240

dsc_8228

Selepas puas menikmati kolam biru kaolin, saya sempatkan untuk mengunjungi pantai batu berahu, keunikan dari pantai ini adalah letaknya yang di bawah, untuk turun diperlukan lebih dari 100 anak tangga :p, yang tentunya menimbulkan masalah buat saya ketika harus pulang dan menaikinya :(. Pasir di pantai ini begitu halus, dan lautnya pun biru.

dsc_8316

Terakhir tujuan saya adalah Tj. Kelayang, ada yang menarik perhatian saya di pantai ini, terdapat susunan batu yang menyerupai burung di tengahnya. Entahlah tapi gugusan batu-batu granit di Belitung memang membuat kesan tersendiri buat saya.

dsc_8323

Dan terakhir, saya tetap belum puas, kembali saya kunjungi pantai Tj. Tinggi, menikmati gugusan batu granit, pasir yang putih dan laut yang begitu tenang, untuk bekal saya kembali ke Jakarta :).

dsc_8377

Sungguh saya sangat puas dengan perjalanan kali ini, pemandangan yang indah, membuka mata saya. Indonesia begitu besar, begitu indah, sayang rasanya jika kita melewatkan semua ini.

dsc_8355

Oh ya ada kekurangan atau mungkin kelebihan yang saya amati dari Belitung, potensi pariwisata belitung masih belum dimanfaatkan secara baik, tidak ada komersialisasi di sana, alangkah kagetnya saya menjumpai tidak adanya pungutan apapun untuk masuk ke area pantai J, sepertinya pihak pemerintah perlu memikirkan untuk memanfaatkan ini lebih baik lagi sekaligus menjaga area tersebut menjadi lebih bersih dan terawat.

Mari ke Belitung !

PS : saya gak suka difot, moto iyah suka banget, tapi kali ini dapet lokasi yang bagus banget saya mau difoto :D

[memulai] liburan di Batu Karas

Setelah gonjang ganjing berita dunia perblogan tentang ibu Prita, saatnya saya kembali untuk mencoba membagi cerita perjalanan saya minggu kemarin yang sempat tertunda untuk di posting.

Perjalanan yang menyenangkan, suasana yang baru, membantu saya untuk sekedar melupakan kepenatan pekerjaan dan masalah hidup (gayamu !).

Weekend minggu kemarin saya bersama keluarga menghabiskan liburan di Batu Karas, sebuah pantai yang indah terletak sekitar 30 km dari Pangandaran. Apa sih yang membedakan pantai ini dengan Pangandaran ?

Jelas Pangandaran lebih terkenal, tetapi tidak memberikan jaminan lebih bagus dan indah. Batu Karas menawarkan sesuatu yang berbeda, dimulai dari pemandangan pantainya, ombaknya dan juga peruntukan pantai ini yang digunakan sebagian orang untuk berselancar.

0106091

Saya juga cukup kaget dengan tipe pengunjung pantai ini, Pangandaran yang sebagian didominasi oleh keluarga, tetapi Batu Karas lebih didominasi pengunjung usia muda dan juga turis-turis asing yang sebenarnya cukup jarang kita temui di Pangandaran.

Selama 1 malam saya menginap di JavaCove, dengan biaya yang tidak terlalu mahal, kalau gak salah saya membayar Rp. 453,000,- selama satu malam termasuk makan pagi. Desain interior yang cukup keren sesuai dengan konsep Beach House yang ditawarkan hotel ini menambah rasa nyaman untuk saya, belum lagi letak dari hotel yang langsung berada di pinggir pantai. Hanya saja satu kekurangannya, entah memang menyesuaikan dengan konsep liburan atau apa lah alasannya, hotel ini ternyata tidak menyediakan TV di dalam kamar … hehehe.

Tapi bagaimanapun saya cukup puas dengan pelayanan dan kenyamanan yang ditawarkan hotel ini. Hanya saja dengan ketersediaan kamar yang tidak cukup banyak dan banyaknya peselancar yang menginap di sini lebih dari satu malam membuat kita akan menemui kesulitan untuk menginap jika tidak melakukan booking dan sedikit keberuntungan.

Sayang sekali kemarin saya tidak sempat mengunjungi Green Canyon, dikarenakan air sungai tersebut coklat dan pasang, yang di sebabkan hujan yang mengguyur di hulu sungai :(, selain itu saya juga tidak cukup beruntung untuk mendapatkan Sunrise di Batu Karas ataupun Sunset di Pangandaran.

Tapi ini lah liburan yang cukup menyenangkan terlepas dari ketidak beruntungan saya, rasanya sudah cukup puas dengan keindahan dan kenyamana yang ditawarkan Batu Karas dan JavaCove.

Oh ya hampir lupa, untuk makanan di daerah Batu Karas, harganya¬† sangatlah terjangkau bahkan bisa dikatakan murah apabila kita bandingkan dengan Pangandaran ataupun daerah wisata lainnya. Soal rasa? Lumayanlah saya sarankan mencoba cumi goreng tepung dan nasi gorengnya … maknyus !!!

Jadi berminat ke Batu Karas ???

COMPLETE PACKAGE OF DONY ! is using WP-Gravatar